Melepaskan tak mesti melupakan

Karena tak ada yang mengharuskan untuk menghapuskan

Memori yang kita rajut, berdalih atas nama kasih

Yang cabik terurai atas dinginnya tatapmu selepas pisah

Candu.

Kukira kata yang tepat tuk jadi manifestasi

Betapa buih letupan rindu bersahut-sahutan

Disambut manis tawamu, menggema indah di langit-langit kepalaku

Butuh.

Aku menjadi ketergantungan dengan sayu binar tatapmu

Yang darinya ribuan bahasa cinta memancar mesra

Lengkap dengan rona bibirmu yang dalam bisunya pun didambakan kalbu

Seandainya semesta merestui temu, izinkan aku mengecupnya satu kali lagi

Agar menjadi pengganti lambaian tangan

mewakilkan semua rasa, sebelum tiba waktunya sirna.

Karena pikatmu adalah candu, dan sebagaimana adiksi yang semu

Engkau, perlu berlabuh pada inang yang baru

Bukan, bukan sebab dikau benalu yang tak tahu malu

Melainkan, menjadi bahagiamu aku tak mampu.

Sampai jumpa di semesta yang lain, mungkin disana ada jalan temu kita menjadi satu.

Untukmu, hal terindah yang pernah ada dalam hidupku.

Tinggalkan komentar