Daun-daun yang mengering jatuh
Rumput-rumput yang gersang mati
Bunyi-bunyi yang sayup senyap
Cahaya kemudian bersinar redup
Lepas
Biarlah,
Yang pamit biarlah pergi
Agar hilang jadi arti
Yang ramai jadilah sepi
Agar hening belajar mengerti
Lepas
Biarlah sang kata menjelma rupa
Abadi dikau pada goresan tinta
Secarik kanvas, jadilah beliau nyata
Bersemayamlah disana, isi kepalaku menjelma
Lepas
Hingga putih hanyut dalam warna
Terlukis dalam tekstur, cerita menjadi gestur
Agar kepala-kepala mereka sibuk menerka
Atas goresan kuas penuh tanya
Lepas
Jadilah sayup sayup sunyi itu lentera
Menemani abu menangis sepi ditinggal asap
Yang diculik angin malam
Kala aku berkelana, melawan kata yang fana
Lepas
Warna-warni itu melebur menyatu
Melahirkan satu yang baru
Agar merekah indah, terpacar dengan gagah
Menutupi sendiri yang kusut nan resah
Lepas
Jemari ku bergerilya bebas
Coretan sarat makna tergores cadas
Mengungkap benci yang pedas
atau api murka yang panas
Lepas
Sampai yang tersisa tinggalah cinta
Berselimut canda, dibalut tawa
Sampai terhapus sedih perih
Berganti bersih, mengalir jernih
