Aku akan menunggumu

Sebagaimana bulan setia menanti mentari

Dan mendung mesra temani hujan

Serta kemarau yang menunggu gerimis

Aku pasti akan menunggumu

Di saung, petani mendoa datangnya kuning

Dan tikus-tikus sawah yang tak sabaran adalah hama

Sebentar ia kenyang, lalu dikoyak-koyak ular sawah

Aku tak akan berhenti menunggu

Seperti asongan yang menunggu lampu merah

Seakan karyawan menanti pukul lima

Selagi nelayan menanti tali pancing bertarikan

Adalah menunggu, menjadikan hidup ini hidup

dan hanya sabar,

yang membuat padi-padi menguning

dedaun menghijau kembali dari kering

serta senyum terukir dari dahi yang pusing

Yang ku tunggu siapnya dirimu,

agar kembali kita ukir cerita kita dalam cakrawala

atau samudera hindia

atau puncak garuda wisnu kencana

pun di seluruh sudut jakarta

Aku pernah, sedang, dan akan selalu menunggumu, 

bukan pikirku, 

bukan mauku, 

tapi rasaku, demikian.

Tinggalkan komentar